Belajar menulis #2
Nazri Ahsani mahasiswa Fakultas Perrtanian USU menunjukkan kepeduliannya terhadap tingkat minat baca masyarakat Sumatera Utara khususnya masyarakat kota Medan. Nazri bekerjasama dengan beberapa orang temannya yang juga dari kalangan mahasiswa mewujudkan kepedulian mereka terhadap tingkat literasi di kota Medan adalah dengan cara membentuk sebuah komunitas yang peduli akan literasi.
Nazri beserta teman - temannya membentuk sebuah komunitas yang mereka beri nama Dimensi Literasi. Komunitas Dimensi Literasi ini menjadi salah satu dari sedikitnya komunitas literasi yang ada di kota Medan.
Dimensi Literasi baru saja berdiri di akhir bulan Maret tahun ini. Baru kemudian di bulan April, Nazri dan teman - teman secara resmi mengumumkan ke publik dengan melaksanakan sebuah acara peresmian bertajuk launching dan kombur literasi. Acara peresmian tersebut mengundang sejumlah komunitas serupa yang bergerak di bidang literasi, juga dihadiri beberapa pegiat literasi yang cukup populer di kota Medan.
Acara ini diadakan di sebuah kedai kopi di daerah Setiabudi Jalan Pasar Satu Kelurahan Tanjung Rejo yang mana kedai kopi ini juga menjadi markas daripada anggota komunitas Dimensi Literasi.
Acara dimeriahkan dengan penampilan musik dan puisi kemudian diskusi bersama tokoh mengenai minat baca dan literasi. Kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi. Acara ini juga dihadiri sejumlah jurnalis kota Medan, kemudian acara peresmian komunitas ini dimuat di surat kabar Tribun Medan.
Nazri sebagai salah satu pendiri daripada komunitas Dimensi Literasi ini mengakui bahwa berdirinya komunitas ini didasari atas kesadaran mereka bahwa masih rendahnya minat membaca di kalangan masyarakat Sumatera Utara.
Nazri mengatakan bahwa Sumatera Utara termasuk daerah yang minat literasinya masih rendah, "Indonesia dari 62 negara menempati peringkat 61 dengan tingkat literasi terendah sedangkan Sumatera Utara termasuk daerah yang minat literasinya itu paling sedikit" ungkap Nazri Ahsani.
"Padahal sebenarnya Sumatera Utara sendiri dulunya itu penggagas literasi, kita ketahui banyak penyair dari Sumatera Utara" jelasnya saat diwawancara.
Adapun sasaran utama daripada komunitas Dimensi Literasi adalah kaum milenial kota Medan. "Kami ingin meraup simpati milenial untuk sadar bahwa membaca itu penting" ujarnya.
Saat ini komunitas Dimensi Literasi memang memanfaatkan media sosial khususnya Instagram sebagai media informasi komunitas ini, juga untuk meraih lebih banyak simpati kaum milenial yang banyak menghabiskan waktu di media sosial.
Dimensi Literasi, lanjutnya, ingin membuka komunikasi dengan Dinas Pendidikan untuk ikut berperan dalam program Gerakan Literasi Sekolah.
Dalam upaya bekerja sama meningkatkan literasi, Nazri dan teman teman di komunitas Dimensi Literasi akan ikut turun ke sekolah sekolah untuk membantu. "Kami berkeyakinan apa yang kita baca hari ini akan berpengaruh bagi diri kita di masa depan" sebutnya.
Menurut Nazri komunitas Dimensi Literasi sangat terbuka berkolaborasi dengan komunitas komunitas lain untuk bekerja bersama meningkatkan literasi di Sumatera Utara khususnya di kota Medan.
Sebagai penutup, Nazri mengajak semua teman teman yang ada di kota Medan turut membersamai komunitas Dimensi Literasi dalam meningkatkan minat baca masyarakat kota Medan dan dapat hadir meramaikan ruang diskusi sekaligus perpustakaan mini di Markas Dimensi Literasi di Kedai Sumatra Jalan Pasar I Setiabudi.
Markas Dimensi Literasi, 2 mei 2019
Kedai Sumatra jln Pasar I Setiabudi
Rizkyka.
Komentar
Posting Komentar